23 seduhan teh khas Asia dan manfaatnya

23 seduhan teh khas Asia dan manfaatnya23 seduhan teh khas Asia dan manfaatnya

Waktunya ngeteh tak pernah semenarik ini! Mana saja dari jenis-jenis teh Asia ini yang sudah Anda rasakan enak dan khasiatnya?

Menurut cerita legenda, teh ditemukan di era Cina kuno oleh Kaisar Shen Nung, ketika daun dari pohon liar tertiup angin hingga jatuh ke dalam panci berisi air mendidih. 5.000 tahun kemudian, dari generasi ke generasi menyukai banyak jenis teh Asia, terutama karena masing-masing teh memiliki aroma, rasa, manfaat dan karakteristik yang berbeda.

Selama bertahun-tahun, teh telah digunakan untuk tujuan pengobatan dan kuliner. Oleh karena itu, teh telah menjadi bagian penting dari budaya Asia. Bisa dibilang orang Asia memperlakukan teh dengan serius. Bahkan di beberapa negara cara menuangnya hingga mengadakan upacara minum teh membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mempelajarinya.

Oleh karena itu, mencoba rasa teh Asia adalah suatu keharusan bagi setiap pemula bahkan foodie yang sudah berpengalaman.

Bingung harus mulai dari mana? Berikut 23 jenis teh Asia dan manfaatnya.

teh asia wanita minum teh

Berbagai jenis teh Asia mencerminkan kekayaan dan kedalaman masakan Asia. Tenangkan diri Anda sembari menikmati secangkir teh hangat. | Foto: shutterstock

 

1. Teh Hijau

Teh hijau adalah jenis teh tertua dan paling populer serta dianggap sebagai minuman sehat di dunia. Teh hijau juga dikenal memiliki warna pucat dan rasa yang tajam. Bagaimana prosesnya? Pertama-tama, teh hijau diambil dari tunas-tunas baru dari kebun teh. Setelah itu, dikeringkan dan diproses sesuai dengan rasa yang Anda inginkan.

A post shared by @ lasley8 on

2. Teh Kuning

Junshan Yinzhen adalah teh kuning paling populer di Cina. Karena warna kuning identik dengan warna imperial tradisional, dan biasanya teh kuning disajikan untuk kaisar Cina. Teh kuning dibuat dengan cara pengeringan alami pada daun teh basah. Teh kuning memiliki rasa yang mirip dengan teh hijau dan putih.

3. Teh Putih

Teh putih diproduksi dari tunas yang baru tumbuh dan daun tanaman Camellia sinensis. Daun kemudian dikukus atau disangrai untuk menginaktivasi oksidasi, lalu dikeringkan. Teh putih dapat membantu mengurangi resiko kanker, gangguan kardiovaskular dan banyak lagi manfaat lainnya.

A post shared by 心樹庵 (@shinjuan_tea) on

4. Teh Oolong

Dikenal juga sebagai teh biru, teh Oolong dikenal dapat mengasah kemampuan berpikir dan meningkatkan kewaspadaan. Teh ini memiliki rasa manis dan aroma yang unik. Namun, warnanya dapat bervariasi tergantung dari cara memprosesnya serta prosedur menyiapkannya.

5. Teh hitam

Di China, teh ini disebut “hong cha” karena warnanya yang kemerahan. Teh hitam kaya akan polifenol, yang merupakan antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan. Teh hitam juga membantu untuk meningkatkan kewaspadaan mental, memori, dan keterampilan mengolah informasi.

A post shared by Payton (@sirbrillig) on

6. Dark Tea

Karena teh hitam mengalami dua kali proses fermentasi, semakin tua umurnya semakin bagus kualitasnya. Teh ini memiliki rasa manis yang sangat halus dan alami.

7. Teh Pu’er

Teh Pu’er adalah teh fermentasi yang terbuat dari berbagai macam daun tanaman yang berasal dari Provinsi Yunnan, Tiongkok. Ia memiliki rasa manis-pahit dan ada aroma tanahnya. Ada dua jenis teh pu’er, yaitu Shou Pu’er dan Sheng Pu.

8. Teh Chrysanthemum

Teh ini sedap dipandang mata, hidung, dan langit-langit mulut karena cara membuatnya dengan menyeduh bunga chrysanthemum kering dengan air panas dicampur dengan gula tebu dan goji berry. Rasanya agak manis dengan aroma herbal, warna tehnya pun berubah dari pucat menjadi kuning terang. Teh ini juga menarik untuk di-posting di instagram.

 

A post shared by @ senor_valencia on

9. Longjing

Teh Longjing adalah teh paling terkenal di China karena teksturnya yang halus. Rasanya  nikmat karena beraroma chestnut. Biasanya, orang-orang menambahkan daun kering yang pipih ke dalam secangkir air hangat, Anda akan melihat daunnya berputar perlahan-lahan ke dalam dasar cangkir.

10. Bi Luo Chun

Jika Longjing adalah teh nomor satu di Cina, Bi Luo Chun adalah yang kedua. Bentuk daun tehnya cenderung kecil, namun, daunnya akan mengembang jika terkena air, rasanya pun lebih pekat, tidak seperti teh lain. Berbeda dengan Longjing, teh ini memiliki rasa pedas namun lebih kuat.

11. Wuyi Yan Cha

Dikenal juga sebagai teh batu, Yan Cha adalah sejenis teh oolong dari Pegunungan Wuyi. Menyiapkan Wuyi Yan Cha dengan cara memanaskan api selama lebih dari 12 jam, lalu biarkan mendidih secara perlahan, hingga aroma bunga alaminya tercium. Teh ini membantu meningkatkan kesehatan kulit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

A post shared by MoriMa Tea (@morima_tea) on

12. Tieguanyin

Terkenal dengan sebutan “Iron Goddess“, karena memiliki bunga paling banyak dari semua teh oolong. Teh Cina ini tinggi akan asam amino, polifenol, dan antioksidan. Fakta menarik: Setelah mencicipi teh aromatik ini, seorang kaisar Tiongkok berkata, “Daunnya berat seperti besi, tapi rasanya ringan seperti (dewi) Guan Yin”.

13. Baihao Yinzhen (White Hair Silver Needle)

Karena hanya tunas teratas tanaman Camellia sinensis yang digunakan untuk membuat teh ini, makanya harganya paling mahal di antara semua teh putih. Cara menyiapkannya sangat mudah. Keringkan daun teh di bawah sinar matahari selama dua hari atau lebih, hal ini membuatnya menjadi salah satu teh yang paling alami.

 
View this post on Instagram
  Lubicie białą herbatę? Wiecie, że najdelikatniejszą, białą herbatę, uzyskuje się ze specjalnej odmiany herbaty chińskiej? Pąki i górne, najdrobniejsze listki, zbiera się wczesną wiosną i suszy naturalnymi metodami na słońcu. Liście, w przeciwieństwie do herbat czarnych czy zielonych, nie są poddawane fermentacji, przez co biała herbata ma inny smak, aromat oraz właściwości. W trakcie suszenia ani po nim liście nie są skręcane ani łamane, trafiają do sprzedaży w większych kawałkach, dzięki czemu podczas parzenia można obserwować, jak nabierają ponownie swoich kształtów. Więcej możecie przeczytać na naszym blogu, na którym znajdziecie wpisy nie tylko o kawie, ale także o herbacie. klik klik => https://swiezopalona.pl/blog/wszystko-o-bialej-herbacie—odmiany–wlasciwosci–jak-parzyc-2018-08-23 #herbata #biała #blog #tea #white #przepis #ShouMei #PaiMuTan #BaiHaoYinZhen #chiny #china #temperatura #swiezopalona

A post shared by Świeżo Palona Kawa (@swiezopalonapl) on

14. Lu’an Guapian

Teh ini berbeda dengan yang lain. Biasanya, kuncup adalah bagian yang paling dicari dari tanaman teh untuk mengeluarkan rasa aslinya. Lu’an Guapian adalah teh yang dibuat dari daun saja, sehingga teh ini memiliki rasa yang kuat dan cenderung manis.

15. Huangshan Maofeng

Anda ingin minum teh namun cuaca sedang panas terik, coba minum teh Huangshan Maofeng. Mungkin teh ini jauh dari kesan estetik, tapi soal rasa teh ini sangat menyegarkan dan manis. Anda harus mencobanya!

16. Ryokucha

Ryokucha adalah teh hijau Jepang yang memiliki berbagai tingkatan, gyokuro tertinggi yang pertama adalah sencha dan terakhir bancha. Teh hijau yang berbahan dasar gandum ini memiliki rasa seperti kacang dan rumput. Ryokucha adalah salah satu jenis teh Asia yang menawarkan rasa yang berbeda.

A post shared by Lowell’s (@lowells.sebastopol) on

17. Matcha

Siapa yang belum tahu apa itu matcha? Ini adalah bubuk teh hijau. Daun teh dikeringkan lalu digiling hingga menjadi bubuk halus, kemudian diseduh dengan air panas. Karena rasa teh ini sudah populer di seluruh dunia, banyak chef  yang membuat es krim, kue, dan smoothie dengan rasa matcha! Bahkan kafe yang menyajikan semua menunya menggunakan bahan matcha kini mulai berkembang di Asia.

18. Mugicha

Tidak semua teh berasal dari tanaman teh. Aneh, kan? Tetapi itu memang benar. Mugicha terbuat dari barley panggang lalu diseduh dengan air. Tidak seperti jenis teh Asia yang biasa, Mugicha tidak mengandung kafein, sehingga aman diminum oleh anak. Nikmat disajikan dalam keadaan dingin.

19. Kombucha

Kombucha adalah minuman yang dibuat dengan mencampur irisan rumput laut kombu ke dalam air panas. Bisa juga disebut dengan teh rumput laut.

A post shared by Zooka Health – Live Better (@zookahealth) on

20. Teh Daun Kopi

Teh ini diproduksi dengan cara dipetik, dikeringkan, digulung lalu dipanaskan. Berbeda dengan teh hitam, teh daun kopi memiliki lebih banyak antioksidan serta membantu menurunkan kadar gula darah.

21. Teh Kunyit

Kunyit adalah bumbu dapur berwarna kuning-orens terang yang biasa dipakai untuk memasak kari dan saus. Karena rempah-rempah biasanya berasal dari akar kunyit yang sehat, rempah ini berkhasiat sebagai anti-radang. Selain itu, teh kunyit memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Yaitu membantu mengurangi gejala radang sendi, membantu mencegah dan mengobati kondisi kronis seperti alzheimer dan kanker. Teh kunyit cocok dinikmati sebagai minuman sore karena rasanya yang lembut dan mint.

A post shared by Blume (@itsblume) on

22. Teh Daun Salam

Biasanya daun salam digunakan untuk tambahan penguat rasa masakan, tapi orang Indonesia menemukan cara lain untuk menikmatinya sebagai sebuah minuman. Teh Daun Salam sangat bagus untuk meningkatkan pencernaan dan dapat membantu menyembuhkan penyakit pencernaan.

23. Teh Serai

Serai atau sereh juga dikenal sebagai fever grass, sering digunakan sebagai penyedap rasa, karena aromanya seperti lemon, tetapi dengan rasa yang lebih ringan dan lebih manis. Teh serai dapat membantu sistem pencernaan, mengontrol kadar kolesterol, serta menghilangkan flu. Seduh teh serai kering dalam secangkir air panas.

Jasmine, Lychee, Keraton, Rosebud.. varian dari jenis teh Asia tidak terbatas! Apa teh Asia favorit Anda? Coba nikmati teh Asia rasa ini.

 

Disadur dari artikel Criselle Nunag di Nonilo.