Efektifkah Sarapan untuk Menurunkan Berat Badan? Ini Jawabannya!

Efektifkah Sarapan untuk Menurunkan Berat Badan? Ini Jawabannya!Efektifkah Sarapan untuk Menurunkan Berat Badan? Ini Jawabannya!

Kabar baik bagi mereka yang tidak suka sarapan.

Anda mungkin pernah mendengar istilah “Sarapanlah seperti raja, makan siang seperti pangeran, dan makan malam seperti orang miskin.” Maksudnya adalah, Anda harus mengonsumsi makanan paling banyak di waktu sarapan, dan semakin malam asupan kalori harus semakin sedikit. Hal ini dikarenakan ketika asupan kalori banyak di pagi hari, masih ada waktu sepanjang hari untuk membakarnya. Benarkah sarapan untuk dietitu efektif?

Studi terbaru ternyata menunjukkan sarapan atau tidak sarapan tidak berpengaruh sama sekali kepada keberhasilan diet Anda atau keefektifan mempertahankan berat badan yang ideal.

Sarapan untuk diet – efektifkah?

sarapan untuk diet

Foto: Pixabay

Dilansir dari WebMD, menurut studi terbaru yang dipublikasikan secara daring pada 30 Januari di BMJ, ternyata tidak ada korelasi antara sarapan di pagi hari dengan jumlah kalori yang dikonsumsi sepanjang hari setelahnya. Bahkan bisa jadi mereka yang sudah sarapan tetap mengonsumsi lebih banyak kalori di sepanjang hari.

“Jangan paksakan pola makan untuk harus sarapan pagi dengan tujuan untuk mengurangi berat badan. Lakukan apa yang terbaik untuk Anda,” ujar Flavia Cicuttini, kepala unit musculoskeletal di Monash University, Melbourne, Australia.

Tidak ada solusi menurunkan berat badan yang bisa sukses dipakai oleh semua orang. Setiap orang berbeda-beda. Begitu juga dengan kebiasaan sarapan. Ada yang suka sarapan dan ada yang tidak. Ada yang sanggup sarapan ala prasmanan di pagi hari, ada juga yang hanya sanggup menghabiskan setangkup roti.

Sarapan untuk diet – bukan untuk semua orang

sarapan untuk diet

Foto: Pixabay

Tim Spector, penulis dari editorial journal tersebut, menyetujui bahwa apakah seseorang perlu sarapan atau tidak adalah preferensi pribadi dan bukanlah sesuatu hal yang diwajibkan.

“Setiap orang memiliki metabolisme yang unik, genetik yang berbeda, dan mikroba di usus yang berbeda-beda pula yang akan bereaksi terhadap makanan yang berbeda-beda. Tidak ada panduan yang sama untuk semua orang. Seiring waktu dan berbagai eksperimen, Anda akan mengetahui apa yang terbaik untuk tubuh Anda,” ujar Spector.

Jika studi-studi sebelumnya menganjurkan sarapan untuk mempertahankan berat badan yang ideal, namun menurut Cicuttini dan Spector penelitian-penelitian tersebut bias dan cacat.

Menurut Cicuttini, “Intinya adalah jika seseorang suka sarapan, silakan saja. Hanya saja, tidak ada bukti ilmiah kita harus memaksakan kepada seseorang untuk sarapan jika memang ia tidak terbiasa hanya karena ingin menurunkan berat badan.”

Sarapan untuk diet – kuncinya ada di porsi!

Menurut ahli diet Dana White dari Quinnipiac University di Hamden, Connecticut, “Mungkin orang-orang yang tidak suka sarapan akan gembira mendengar kabar ini. Tapi jika Anda lapar di pagi hari, ya sarapan saja. Untuk menurunkan berat badan, kuncinya adalah makan saja ketika Anda lapar namun ingat untuk mengonsumsi porsi secukupnya.”

Dan tentu saja makanan yang bernutrisi tinggi dan rendah lemak, ya!

Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah #timsarapan atau #timtidaksarapan?

Sumber: WebMD

Baca juga:

21 menu sarapan khas Indonesia, sudah coba semua?

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram Nonilo Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!