Tips menanam rempah Asia sendiri di rumah

Tips menanam rempah Asia sendiri di rumah

Sering memasak masakan Asia yang penuh rempah? Daripada membeli, coba menanam rempah Asia sendiri di rumah, yuk. Lebih mudah dari yang Anda pikir!

Kalau Anda sering memasak masakan khas Indonesia atau Asia, pastinya Anda menggunakan banyak rempah Asia atau bumbu khas Asia. Jadi, daripada Anda harus membelinya setiap saat, kenapa tidak menanam sendiri?

Masakan Asia, seperti juga banyak negara di dalamnya, memang sangat bervariasi. Namun satu hal yang menjadi kesamaan adalah kekayaan rempah-rempah yang dipakai. Jadi kalau Anda sedang memasak masakan khas Indonesia atau sedang mencoba-coba membuat Thai salad, misalnya, atau kari ala Melayu, pastinya mempermudah sekali jika memiliki tanaman rempah sendiri di rumah.

 

Apa saja rempah Asia yang bisa Anda tanam sendiri? Baca tipsnya di sini!

1. Serai

Serai memiliki citarasa yang segar dan asam khas sitrus-sitrusan. Bahan ini banyak digunakan di masakan-masakan khas Asia, terutama Thai dan Chinese. Anda bisa merebus serai untuk membuat teh yang menenangkan yang juga menyembuhkan kembung dan menjaga kesehatan mulut. Minyak serai juga bisa digunakan sebagai penangkal serangga, juga mempermudah tidur dan obat pereda nyeri.

Bagaimana menanam serai di rumah?

Menanam serai di dalam rumah cukup mudah. Belilah serai yang masih utuh bagian pentolnya. Simpan bagian pentolnya di dalam gelas dengan sedikit air dan tunggulah beberapa minggu, tapi jangan lupa mengganti airnya setiap hari. Setelah satu minggu, Anda akan melihat ada akar baru yang tumbuh, tempatkan pada wadah yang cukup besar dengan campuran pot yang lembap (bukan basah), karena serai akan menyebar dan tumbuh lumayan tinggi. Pastikan juga wadah yang Anda pakai memiliki beberapa lubang air di bawahnya. Tempatkan di tempat yang mendapat cukup sinar matahari. Siram dan pupuki tanaman serai Anda setiap hari, dan setelah tumbuh, jangan ragu untuk memanennya, karena hal ini akan mempercepat pertumbuhan yang baru dan menjaga tanamanmu sehat.

2. Vietnamese mint

Sesuai namanya, Vietnamese mint adalah tanaman rempah Asia yang sedikit pedas dan banyak digunakan di masakan khas Vietnam, dari mulai pho, salad, sampai babi yang digoreng garing. Vietnamese mint juga secara tradisional dipercaya untuk mengurangi demam, radang, pusing, mempercantik kulit, dan masih banyak lagi.

Bagaimana menanam Vietnamese mint di rumah?

Untuk menanam Vietnamese mint, cara terbaik adalah memangkasnya. Belilah tanaman Vietnamese mint, potong batangnya sekitar 15 cm, dan tarik daun bawahnya. Kemudian, tempatkan hasil potongan tersebut dalam segelas air sampai akar barunya muncul. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 3-4 minggu. Jangan lupa untuk mengganti airnya setiap hari!

Kemudian, pindahan tanaman tersebut ke tempat yang lumayan teduh tapi masih terkena matahari. Anda bisa mengisi pot besar dengan tanah yang liat dan sedikit asam agar tanamanmu tumbuh cepat, kemudian tempatkan di sebelah jendela. Tanaman ini tumbuh ideal dalam kondisi hangat dan lembap. Oleh karena itu rajin-rajin menyiramnya agar tanahnya tetap lembap. Anda juga bisa memupuknya dengan pupuk rumput laut likuid setiap bulan. Jangan pupuki lebih dari dua kali sebulan karena akan merusak rasanya. Tunggu sampai sebulan dan sampai tanamannya benar-benar kering sebelum memanennya, gunakan gunting kebun.

3. Ketumbar

Biasa disebut juga cilantro atau parsley China, ketumbar digunakan pada masakan khas hampir sedunia, dari mulai Mexico sampai Thailand. Ketumbar juga digunakan untuk menyembuhkan masalah pencernaan, juga mengobati infeksi dan nyeri lainnya.

Bagaimana menanam ketumbar di rumah?

Sebetulnya ketumbar adalah salah satu rempah Asia yang cukup sulit ditanam di rumah, namun kalau Anda tahu triknya, Anda bisa memiliki stok ketumbar segar di kebunmu sepanjang tahun. Tanaman ketumbar bisa tumbuh di cuaca yang tak terlalu dingin namun juga tak terlalu panas. Waktu terbaik untuk menanam ketumbar di iklim tropis adalah saat udara lebih dingin dan kering. Ketumbar ideal ditanam di kebun, namun jika Anda menanamnya di pot, pilih yang berukuran besar karena mereka akan menumbuhkan akar yang besar. Setelah mengisi pot dengan tanah dan pupuk, lembapkan tanah dan tebar benih di dalam tanah secara merata. Kemudian tutup lagi dengan tanah setinggi setengah cm. Tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari, jadi tempatkan di jendela yang terkena banyak sinar matahari jika Anda menanamnya di dalam ruangan. Membutuhkan waktu dua sampai tiga minggu untuk berkecambah. Gunakan botol semprotan untuk menjaga tanahnya tetap lembap – menyiramnya dengan air akan memindahkan benihnya, dan ketumbar tidak suka dipindah-pindahkan. Setelah batang ketumbar mencapai 10-15 cm, Anda bisa memanennya dengan memotong dua pertiga daunnya setiap minggu.

4. Thai basil

Thai basil memiliki aroma yang segar dan menyenangkan, dengan rasa seperti akar manis yang lebih kuat dibanding basil Italia. Rempah Asia ini banyak digunakan pada masakan khas Asia Tenggara, dari mulai kari sampai salad. Thai basil juga secara tradisional digunakan untuk menyembuhkan masalah pencernaan seperti konstipasi dan gas.

Bagaimana menanam Thai basil di rumah?

Anda bisa membeli benih Thai basil. Tanaman Thai basil biasanya ditanam di luar ruangan, namun tanaman ini membutuhkan sedikit perawatan sehingga ia juga bisa ditanam di dalam ruangan asal mendapatkan cukup sinar matahari. Gunakan tanah yang selalu dijaga kelembapannya, tapi jangan sampai becek. Jika Anda menanamnya di dalam ruangan, pastikan selalu memupukinya. Basil membutuhkan setidaknya enam jam sinar matahari atau 10 jam cahaya lampu, jadi pastikan ia tersinari dengan baik.

5. Garlic chives

Garlic chives terlihat seperti chives (kucai) namun berasa seperti jahe, mungkin itulah asal-usul namanya. Rempah Asia ini juga biasa disebut Chinese chives, karena seringkali digunakan di masakan Chinese.

Bagaimana menanam garlic chives di rumah?

Menanamnya cukup mudah, pastikan Anda rajin menyiramnya. Beri pupuk di awal menanamnya. Untuk mempercepat pertumbuhannya, pangkas batangnya secara reguler, pangkas sampai habis atau sisakan sekitar 5 cm.

6. Daun jeruk purut

Bumbu yang seringkali digunakan dalam masakan khas Asia Tenggara, daun jeruk purut beraroma sangat wangi. Bahan ini sering digunakan dalam resep-resep masakan Thai, seperti kari hijau dan nasi ayam goreng. Jeruk purutnya sendiri tidak biasa untuk dikonsumsi, namun seringkali dipakai untuk membersihkan barang-barang di rumah.

 

View this post on Instagram

 

End of summer trimmings! #kaffirlimeleaves ❤️❤️ #thanksdad

A post shared by Mary Pham (@bonanza_jellybean1) on

Bagaimana menanam daun jeruk purut di rumah?

Untuk menanam daun jeruk purut di rumah, Anda bisa menanam benih dalam pot dengan tanah setinggi 15-22 cm, namun tanaman yang sudah berumur 2-3 tahun membutuhkan pot dengan tanah setinggi 25-35 cm. Letakkan pot di luar ruangan yang terpapar sinar matahari minimal delapan jam sehari, namun tidak terlalu banyak angin. Tunggu sampai tanahnya kering sebelum menyiramnya satu atau dua kali seminggu. Kalau Anda menemukan daun berwarna kuning, berarti Anda terlalu sering menyiramnya.

7. Jahe

Jahe digunakan di banyak masakan khas berbagai negara, sehingga menjadikannya rempah Asia yang esensial untuk Anda miliki di rumah. Jahe juga bisa digunakan untuk menyembuhkan mual, dan bisa direbus dengan teh untuk menyembuhkan sakit tenggorokan.

Bagaimana menanam jahe di rumah?

Menanam jahe di dalam rumah cukup mudah. Beli akar jahe yang masih hidup. Pilih akar yang keras dan kokoh dengan kulit yang kencang dan memiliki beberapa tunas. Potong akarnya menjadi beberapa bagian per tunas, masing-masing akan tumbuh menjadi tanaman tersendiri. Rendam akar jahe dalam air hangat semalaman, kemudian tanam tunasnya dalam pot yang lebar dan dangkal, karena akar jahe akan tumbuh secara horizontal. Tutupi akarnya dengan tanah sekitar 5 cm. Letakkan pot dalam tempat yang tidak terlalu banyak terpapar sinar matahari, dan jaga tanahnya tetap lembap namun jangan terlalu sering menyiraminya.

Bersabarlah sebelum bisa memanen, karena menanam jahe membutuhkan waktu cukup lama. Setelah 2-3 minggu, Anda bisa melihat pucuk, dan setelah beberapa bulan, Anda bisa memanen sepotong kecil jahe. Potong sedikit batangnya di paling pinggir pot dan ganti tanahnya agar tumbuh semakin subur.

Apalagi rempah Asia yang Anda tanam sendiri di rumah? Share di kolom komentar, ya!

 

Disadur dari artikel Cristina Morales di Nonilo.