110 Hiu Konservasi di Karimunjawa Mati Secara Misterius

110 Hiu Konservasi di Karimunjawa Mati Secara Misterius

Hiu tersebut mati secara misterius.

Setidaknya 110 hiu dan puluhan ikan lainnya ditemukan mati di sebuah konservasi hewan di Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah. Cun Ming, pemilik konservasi hewan berupa tambak ikan tersebut, menjelaskan bahwa ia menemukan ratusan ikan mengambang di tambak pada 7 Februari lalu.

“Itu terjadi selama liburan di dua kolam pembiakan hiu. Mereka semua mati,” kata Cun Ming kepada kompas.com, Selasa, 19 Maret lalu.

Dia menambahkan bahwa kematian massal seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya, di mana ratusan hiu, 20 ekor kambing dan 10 ikan predator lainnya hidup.

Cun melaporkan kejadian itu ke polisi setempat tiga hari kemudian dan mengirim sampel air dari kolam dan ikan yang mati ke laboratorium untuk menyelidiki penyebab kematian tersebut.

“Mereka mengatakan bahwa tidak mungkin ikan besar seperti hiu mati mendadak. Ini bukan penyakit. Seseorang mungkin tidak senang dengan saya atau peternakan ikan ini,” katanya.

Konservasi Hewan Di Indonesia Masih Terancam

konservasi hewan

Pixabay

Cun mendirikan peternakan Hiu Kencana pada tahun 1960, dan telah menarik turis lokal maupun asing, serta para peneliti dari luar Indonesia.

Saat ini, ia juga membiakkan ikan dan hewan laut lainnya, termasuk penyu.

Namun, sekitar 25.000 orang telah menandatangani petisi change.org yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menyebut peternakan hiu Karimunjawa sebagai “eksploitasi”.

Para pembuat petisi mengklaim bahwa hiu tersebut dibesarkan di lingkungan yang “tidak pantas”, dengan kolam biasanya, dan tidak memiliki ikan hidup dan tanaman laut, belum lagi temuan bahwa hiu tersebut dirawat oleh orang-orang dengan perilaku “keras dan kasar”.

Salah satu solusi yang disarankan oleh petisi tersebut adalah kampanye penggalangan dana untuk membantu memperbaiki kondisi kehidupan hiu dan memberikan pelatihan bagi pengasuh mereka.

Penangkaran adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan dan pembesaran tumbuhan dan satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.19/Menhut-II/2005 tanggal 19 Juli 2005 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar, penangkaran adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan dan pembesaran tumbuhan dan satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Penangkaran tumbuhan dan satwa liar berbentuk :

  1. Pengembangbiakan satwa,
  2. Pembesaran satwa, yang merupakan pembesaran anakan dari telur yang diambil dari habitat alam yang ditetaskan di dalam lingkungan terkontrol dan atau dari anakan yang diambil dari alam (ranching/rearing),
  3. Perbanyakan tumbuhan secara buatan dalam kondisi yang terkontrol (artificial propagation).
    Pengembangbiakan satwa adalah kegiatan penangkaran berupa perbanyakan individu melalui cara reproduksi kawin (sexual) maupun tidak kawin (asexual) dalam lingkungan buatan danatau semi alami serta terkontrol dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

Pembesaran satwa adalah kegiatan penangkaran yang dilakukan dengan pemeliharaan dan pembesaran anakan atau penetasan telur satwa liar dari alam dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

Sumber: Asia OneKSDA

Baca juga:

Malangnya Nasib Paus Ini, Ditemukan Mati dengan 40 Kg Sampah di Perutnya

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram Nonilo Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Kiki Pea