Mengaku pencinta kopi? Ini 23 jenis kopi Asia yang harus Anda coba

Mengaku pencinta kopi? Ini 23 jenis kopi Asia yang harus Anda coba

Dari Sulawesi hingga Batangas, Asia menawarkan perpaduan cita rasa menjadi jenis-jenis kopi yang kaya untuk dinikmati. Para pencinta kopi, ini untuk Anda.

Sekitar abad ke-9, penanaman biji kopi dimulai di Ethiopia. Asia mulai terpesona dengan biji kopi pada abad ke-16 ketika mencapai Timur Tengah. Hingga akhirnya lahirlah jenis-jenis kopi Asia pertama kemudian berkembang menjadi perpaduan rasa yang menginspirasi generasi pencinta kopi.

Biji kopi telah menempuh perjalanan jauh dari Ethiopia. Sekarang, kopi disukai oleh orang-orang di seluruh dunia. Dari mana pun Anda berasal, kemungkinan besar Anda atau mayoritas orang yang Anda kenal, pasti menikmati secangkir kopi setidaknya sekali dalam sehari.

Lebih dari sekadar rutinitas di pagi hari, kopi juga bisa menjadi pendorong energi, dan membuat mood menjadi lebih baik. Selain itu, kopi juga menawarkan pengalaman kuliner tersendiri.

Di bawah ini adalah beberapa jenis-jenis kopi Asia yang bisa Anda coba dan fakta yang harus Anda ketahui tentang kopi. Buatlah sesi minum kopi Anda berikutnya menjadi lebih menarik dengan mengetahui apa yang ada di cangkir kopi Anda!

23 jenis-jenis kopi Asia, biji dan seduhannya

Biji kopi memiliki beberapa perbedaan, di antaranya morfologi kacang-kacangan (struktur), sifat organoleptik (pengalaman sensorik penuh), dan komposisi kimia. Namun, kualitas minuman kopi biasanya tergantung pada proporsi jenis-jenis kopi yang digunakan.

4 Spesies Kopi

1. Arabica

A post shared by Sağlıklı Beslenme Günlüğüm (@mervefitdaily) on

Spesies kopi yang dominan ditanam di seluruh dunia (60% dari produksi kopi dunia) untuk rasa kopi yang terbaik, pekat dan halus. Arabica juga memiliki rasa seperti buah-buahan dan bunga, yang tentunya disukai, karena kebanyakan kedai kopi menggunakan Arabika.

2. Robusta

A post shared by Kopi_A.S Temanggung (@supplierkopitemanggung) on

Vietnam dikenal sebagai penghasil Robusta yang paling signifikan. Kopi jenis ini memiliki kandungan kafein lebih tinggi daripada Arabica, yaitu 2,7%,  lebih kuat dari jenis-jenis kopi Asia lainnya. Namun, rasanya kurang asam. Untuk harga, Robusta jauh lebih murah daripada Arabica.

3. Liberica

A post shared by Liberica coffee (@coffeeliberica) on


Liberica berasal dari Asia Tenggara (Filipina, Indonesia, dan Malaysia). Jika dibandingkan dengan jenis-jenis kopi yang lain, Liberica memiliki biji kopi terbesar dengan rasa cenderung smoky dan nutty ketika dipanggang dan diseduh. Pastinya, kopi ini harus Anda coba.

4. Excelsa

A post shared by ElkoffieShop (@elkoffieshop) on


Excelsa sebagian besar tumbuh di Asia Tenggara dan mencapai 7% dari sirkulasi kopi dunia. Excelsa biasanya sebagai campuran pada kopi untuk menambah rasa dan kompleksitas. Meskipun dianggap masih sekeluarga dengan Liberica, namun beberapa penggemar kopi menganggapnya sebagai varietas tersendiri.

 

Selain keempat jenis-jenis kopi di atas, berikut adalah jenis-jenis kopi yang berbeda

5. Typica

A post shared by Kathleen Dorico (@orangedorico) on


Dianggap sebagai biji kopi berkualitas tinggi, Typica dikenal karena memiliki rasa manis dan kualitas kopi terbaik. Terdengar familier? Mungkin karena Anda sering melihat nama ini pada brand kedai kopi komersial di seluruh Asia.

*coffee cupping (mencicipi kopi) adalah kegiatan untuk mengamati rasa dan aroma kopi.

6. Sidikalang

A post shared by Teguh Fredyansyah (@teguhfredyansyah) on


Sering disebut sebagai “Raja Kopi di Sumatra”, Sidikalang diambil dari nama Ibu kota Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Namun, rasa dan aromanya sama dengan kopi Brasil yang lembut dan pedas.

7. Bergendal / Sumatra Typica

A post shared by abudidi (@abudidiphoto) on


Jenis-jenis kopi ini sangat rentan terkena penyakit daun kopi berkarat serta pohon peneduh kopi. Walaupun demikian, Bergendal memiliki rasa yang luar biasa, fruity dan herbal.

*Daun kopi berkarat adalah penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur, Hemileia Vastatrix. Mengakibatkan infeksi tanaman sehingga menyebabkan menurunnya sifat kuantitas dan kualitas kopi sampai tanamannya harus dicabut.

jenis-jenis kopi daun kopi berkarat

8. Timor

A post shared by Kopi Timur (@kopi_timurbdg) on


Kopi Asia jenis ini disebut "Tim Tim atau Bor Bor" di Indonesia. Biji kopi ini adalah hibrida dari Arabika dan Robusta, yang dibudidayakan karena ketahanannya terhadap daun kopi dan pertama kali ditanam di pulau Timor sekitar tahun 1940-an.

9. Bourbon

A post shared by FOX IN THE WOODS (@foxinthewoodscafe) on


Orang-orang Prancis pertama kali menanam kopi di Pulau Bourbon (Reunion) di tengah Samudra Hindia. Sejak itu, ia telah tumbuh liar di Rwanda hingga 100 tahun. Bourbon dikenal karena rasanya seperti cokelat dengan sedikit aroma mentega dan buah ringan.

10. Laos Naga

A post shared by Nagaland Coffee (@nagalandcoffee) on


Laos Naga adalah sejenis Arabika, yang secara tradisional ditanam oleh suku Laven (Laos) selama satu abad hingga sekarang. Kopi ini memiliki aroma tanah dan sedikit rasa pedas, saat dinikmati dalam keadaan panas.

11. Cattura

A post shared by SEPERSEPULUH COFFEE (@sepersepuluh) on


Untuk yang sudah pernah mencoba Cattura, kopi ini memiliki kadar asam yang tidak terlalu tinggi, serta sedikit rasa manis dan lemon. Cattura adalah salah satu kopi Asia yang sejenis Bourbon. Karena Cattura sangat rentan terhadap penyakit daun kopi berkarat, maka petani cenderung menanamnya di daerah dingin.

12. Catimor

A post shared by Pierre Morère (@domaine_morere) on


Catimor adalah hibrida dari Caturra dan Timor, yang merupakan Robusta dari Indonesia. Catimor disebut "Cauvery" di India. Catimor memiliki rasa herbal dan fruity serta memiliki kadar asam yang rendah dan rasanya bisa lumayan pahit.

13. Java

A post shared by Label Black Coffee (@labelblack.id) on


Java berasal dari Pulau Jawa di Indonesia yang pertama kali diperkenalkan oleh Belanda pada tahun 1600-an. Rasanya biasa saja dan standar. Sehingga, para ahli kopi memadukannya dengan yang lain. Jenis-jenis kopi ini pernah dijual secara luas, sampai-sampai "java" menjadi istilah slang yang digunakan secara luas untuk kopi.

14. Mocha

A post shared by Patricio Pumarino (@pato.puma) on


Mocha adalah biji kopi yang dipanen dari Mocha, Yemen. Biji kopinya kecil, keras bulat dan berwarna hijau zaitun hingga kuning pucat. Ini mocha yang berbeda dengan caffe latte rasa cokelat yang biasa Anda pesan di kedai kopi, ya!

15. SL795

A post shared by csEyes Photography (@cseyesphotography) on


Nama lokalnya adalah Jember. Jenis-jenis kopi ini dibuat dengan Kent dan S288. Memiliki rasa karamel dan profil cupping yang bagus.

16. Sarchimor

A post shared by Alexander Cerna☕️ (@alexcerna__) on


Sarchimor memiliki sentuhan varietas Timor, yang membuatnya tahan terhadap karat daun kopi. Sarchimor memiliki rasa coklat-manis dan aroma jeruk. Petani menanamnya di Costa Rica dan India.

17. Selection 9

A post shared by Abhijit Pradhan (@abhijit_dan) on


Tanaman kopi ini merupakan persilangan antara Tafarikela dan Timor. Bagi mereka yang memproduksi kopi ini, biasanya ditanam di India, bangga bisa menikmati secangkir kopi hangat dengan kualitas superiornya.

18. Sulawesi

A post shared by Sorceress Coffee (@sorceresscoffee) on


Sulawesi sejenis dengan Jember dan tumbuh di Pulau Sulawesi, Indonesia. Biji kopinya padat dan bulat utuh. Terlebih lagi, ia memiliki tingkat keasaman yang seimbang. Dari semua jenis-jenis kopi Sulawesi, yang paling menonjol adalah Toraja atau biasa dikenal sebagai kopi Celebes.

19. Sumatra Mandheling

A post shared by Kiki Yang (@may002088_7) on


Bagi yang sudah mencoba kopi ini, pasti suka, karena memiliki rasa yang halus dan heavy body. Mandheling memiliki rasa coklat yang sangat manis, aroma herbal (kayu manis, pala, dan kapulaga). Terlebih lagi, jenis-jenis kopi Asia ini memiliki sedikit rasa licorice, sehingga rasanya menjadi menarik!

20. Sumatra Lintong

A post shared by @ luciowheel on


Kopi lintong rasanya manis dan memiliki kadar asam yang rendah. Selain itu, lintong memiliki rasa cedar dan rempah-rempah, yang membedakannya dari jenis-jenis kopi Asia lainnya. Entah bagaimana, secangkir kopi hangat bisa memiliki rasa seperti dark chocolate.

21. Kapeng Barako

A post shared by Cernily ?? (@cernipot) on


Ini adalah jenis-jenis kopi yang ditanam di Batangas dan Cavite, Filipina. Kapeng Barako bisa dibilang sejenis dengan Liberica. Kopi ini memiliki aroma yang kuat, nama Barako diambil dari kata Spanyol "varraco", yang berarti babi hutan - hewan yang suka memakan dedaunannya dan buah beri.

22. Kopi Vietnam

A post shared by Made Of Umami (@madeofumami) on


Kopi Vietnam hampir selalu berjenis Robusta, diperoleh dengan cara meneteskannya, membuatnya menjadi sangat kental. Pembuat kopi ini sengaja memanggangnya sangat lama, sehingga rasanya pahit. Cara tradisional untuk menikmati kopi ini adalah dengan susu dan es. Anda bisa membeli minuman ini di kios-kios jajanan dan kedai kopi di sepanjang jalan Vietnam.

23. Kopi Luwak

A post shared by Indonesia Tatler (@indonesiatatler) on


Kopi Luwak biasa disebut dengan civet coffee atau kape motit oleh orang Filipina, diproduksi di pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Sulawesi di Indonesia dan beberapa perkebunan kopi di Filipina. Kopi jenis ini biasanya biji kopinya sengaja dikumpulkan untuk dimakan oleh hewan luwak yang kemudian dikeluarkan melalui kotorannya. Banyak juga yang bilang bahwa kopi luwak itu sama saja menikmati kotoran luwak, mungkin itu terdengar jijik, tapi justru karena luwak lah kopi ini terasa nikmat, halus dan tidak terlalu pahit tidak seperti kopi biasa.

Kopi Luwak merupakan variasi olahan kopi alih-alih jenis-jenis kopi dan menjadi salah satu kopi termahal di dunia dengan harga eceran mencapai sekitar $700 per kg.

Jenis-jenis kopi Asia manakah yang menjadi favorit Anda? Ayo buat sekarang!

 

Disadur dari artikel Criselle Nunag di Nonilo.