4 Kesalahan Umum yang Dilakukan Saat Memulai Diet Keto

4 Kesalahan Umum yang Dilakukan Saat Memulai Diet Keto4 Kesalahan Umum yang Dilakukan Saat Memulai Diet Keto

Bagi Anda yang sedang atau ingin menjalani diet keto, perhatikan hal-hal berikut!

Diet keto adalah program diet yang berputar di sekitar proses ketosis. Diet yang dicapai dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat ini telah memikat banyak orang, terutama mereka yang ingin menurunkan berat badan.

William Cole, seorang praktisi kedokteran fungsional, di mindbodygreen membahas empat kesalahan sederhana yang tidak disengaja dalam diet keto. Kesalahan tersebut dapat menghambat mereka yang mengadaptasi diet keto dalam mencapai tujuan utama mereka, yakni kesehatan.

Fakta

1. Diet Keto adalah Jangan Hanya Fokus Pada Macronutrients

Sangat mudah untuk menemukan makanan yang tersedia di pasaran yang secara teknis sesuai dengan kategori diet keto, tetapi pada kenyataannya menu diet keto untuk pemula tersebut belum tentu sehat.

Menurut Cole, jika terlalu fokus pada makronutrien, maka teori bahwa makanan rendah karbohidrat dan tinggi lemak, justru akan mengurangi kualitas makanan yang benar-benar dikonsumsi.

Tanpa memperhatikan detailnya, di antara kesalahan umum tersebut adalah memakan makanan radang seperti pemanis, ini yang bisa mengalahkan tujuan untuk mengatasi masalah kesehatan melalui diet keto.

Cole menambahkan bahwa bahan-bahan tidak sehat biasanya bersembunyi di makanan yang sudah dikemas, karena itu penting sekali membaca label makanan sebelum membeli. Cole menyarankan untuk memilih makanan utuh sebagai gantinya, terutama makanan ringan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan zaitun, serta makanan laut hasil tangkapan.

2. Diet Keto adalah Harus Memperhatikan Asupan Susu

Susu adalah salah satu menu utama diet ketogenik konvensional. Namun, kata Cole, banyak orang yang benar-benar memiliki respons inflamasi terhadap susu, ia mencatat bahwa di samping gluten, susu adalah salah satu alergen makanan yang paling umum.

Dia lebih jauh menjelaskan bahwa masalah dengan susu berasal dari perawatan sapi, bukan dari produk susu itu sendiri. Cole mengutip contoh subtipe protein yang biasa ditemukan dalam produk susu, yaitu A1 dan A2.

Subtipe A1 hadir di sebagian besar produk susu konvensional yang tersedia di pasaran, tetapi juga merupakan pemicu masalah pencernaan dan peradangan. Ini merupakan akibat dari persilangan selama bertahun-tahun yang menyebabkan mutasi gen kasein.

Yang memperburuk masalah, menurut Cole bahwa sebagian besar sapi juga dipompa dengan hormon dan antibiotik. Susu yang diproduksi oleh sapi kemudian melewati proses dipasteurisasi, dihomogenisasi dan dihilangkan lemaknya, lalu diisi dengan vitamin sintetis untuk menggantikan kekurangan nutrisi.

Solusi untuk masalah ini, katanya, adalah mencari alternatif, seperti susu kacang dan keju kacang. Sementara untuk mentega, ada juga pilihan ghee yang mengesampingkan protein kasein, hanya menyisakan lemak susu yang diberi makan rumput.

3. Menjauhi Buah dan Sayuran

Cole mengatakan bahwa salah satu kesalahpahaman yang paling umum tentang diet ketogenik adalah berlebihan dalam menghindari sayuran, karena kandungan karbohidratnya. Kondisi ini menyebabkan kurangnya fitonutrien dan makanan prebiotik yang diperlukan untuk mempertahankan usus yang sehat.

Sambil memperhatikan bahwa sangat penting untuk membatasi sayuran yang mengandung karbohidrat untuk mempertahankan rasio batas harian, Cole mengatakan ada sayuran rendah karbohidrat yang padat nutrisi dan bisa dinikmati untuk mencapai ketosis, termasuk untuk memenuhi asupan elektrolit, seperti alpukat, bayam, dan kangkung.

4. Mengonsumsi Daging Olahan

Semua jenis potongan lemak daging bisa diterima pada diet ketogenik konvensional, sejalan dengan prinsip bahwa kandungan lemaknya dan sumber protein hewani dimuat dengan nutrisi bermanfaat, seperti vitamin B. Ini merupakan hal yang penting untuk detoksifikasi sehat dan jalur peradangan.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa diet yang tinggi sumber non-organik. Sumber makanan konvensional, atau mereka yang mengonsumsi daging untuk makan siang. Seperti bacon, atau sosis dalam jumlah tinggi, berpotensi terkena kanker atau penyakit lain.

Bagi mereka yang ingin terus makan daging, Cole menyarankan untuk memilih potongan daging organik. Daging yang diberi makan rumput dan membatasi jumlah daging olahan. Dia juga menyarankan agar mengonsumsi ikan yang ditangkap langsung dari alam. Sebagai sumber lain dari sumber hewani yang padat nutrisi dari protein dan lemak.

Sumber: Asia One

Baca juga:

Sedang diet keto dan ingin coba mie shirataki? Intip resepnya di sini!

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram Nonilo Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

img
Penulis

Kiki Pea